Scholes: MU Tak Butuh Filosofi, yang Penting Menyerang dan Cetak Gol-gol

during the UEFA Champions League Group B match between Manchester United FC and PFC CSKA Moskva at Old Trafford on November 3, 2015 in Manchester, United Kingdom.

Paul Scholes kembali melontarkan kritik tajam untuk Manchester United. Dia menilai ‘Setan Merah’ tak perlu filosofi yang selalu didengungkan Louis van Gaal.

Scholes sebelumnya sudah melontarkan kritik terkait performa MU dan seretnya gol dari Wayne Rooney. Dia menilai anak asuh Van Gaal bermain terlalu hati-hati dan tak mau terlalu ambil risiko, sehingga bola lebih banyak berputar-putar.

Itu diungkapkannya setelah MU sempat puasa gol selama 325 menit. Kritik Scholes pun menegaskan ketidakpuasan yang disuarakan para penggemar ‘Setan Merah’, yang di beberapa laga menginginkan tim idolanya itu tampil lebih menyerang.

Secara statistik, MU sejauh ini baru mencetak 17 gol dari 12 pekan Premier League. Jumlah ini menempatkan mereka jadi tim yang paling irit gol di antara tim-tim lima besar lainnya seperti Manchester City (26 gol), Arsenal (22), Leicester City (25), dan Tottenham Hotspur (20). Secara keseluruhan, MU cuma ada di urutan delapan soal produktivitas gol.

Scholes kembali melontarkan pandangannya terhadap MU, khususnya untuk Van Gaal. Anggota Class of ’92itu menyebut filosofi permainan dengan fokus penguasaan bola yang coba diterapkan Van Gaal tak dibutuhkan di MU.

“Ini sudah menjadi 13 bulan yang tidak bagus, tapi saya lebih baik tidak berkata terlalu banyak karena Louis mungkin mendengarkan. Sudah ada pembicaraan soal filosofi sebelumnya, sebuah proses,” ujarnya dikutipESPN.

“Bagi saya, Manchester United tidak perlu sebuah filosofi. Para penggemar ingin melihat sepakbola menyerang dan gol-gol, begitulah cara Manchester United,” tandasnya.

MU sejauh ini tercatat punya persentase penguasaan bola tertinggi di liga dengan 59,7%. Namun demikian mereka rata-rata cuma melepaskan 10,3 tembakan per laga, menempatkan diri di posisi 16 dari seluruh tim.

Sumber detik.com