Ronaldo Beber Salah Satu Hari Terburuk Dalam Hidupnya

Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo mengungkapkan salah satu hari terburuk selama hidupnya sebagai pesepakbola. Menurutnya, hari terburuk adalah saat dirinya harus meninggalkan rumah dan jauh dari keluarga saat masih berusia 12 tahun.

Ya, Ronaldo yang lahir di Madeira harus rela jauh dari kedua orang tuanya saat masih berusia sangat muda. Demi mimpinya menjadi pesepakbola profesional, Ronaldo keluar dari kampung halamannya dan merajut mimpi di Sporting Lisbon.

“Itu salah satu hari terburuk dalam hidup saya. Saya menangis tiap hari. Saya tak bisa membayangkan anak saya, Cristiano Jr, pergi ke kota lain di usia 12 tahun,” ujarnya.

“Saya tak menyalahkan orang tua saya yang membiarkan saya pergi karena mereka mencoba untuk memberi saya kesempatan. Tapi itu sulit, kami hidup bersama-sama dengan saudara-saudara saya dan juga orang tua saya. Tapi setelah itu saya sendiri,” tambahnya.

“Saya nyaris tak berhasil. Suatu hari saya memiliki pikiran untuk berbicara dengan direktur dan menyerah untuk kembali ke rumah. Tapi mereka bilang saya masih 12 tahun, punya potensi besar dan bisa menjadi seorang profesional. Orang-orang membantu saya, rekan setim saya, dan orang tua saya mendorong saya untuk bertahan. Momen itu menjadikan saya jadi kuat,” tandasnya.

Setelah dari Sporting Lisbon, Ronaldo bergabung dengan Manchester United pada 2003 sebelum pada 2009 bergabung dengan Real Madrid.