Benarkah Messi Menghambat Pertumbuhan Neymar?

Tanggal 26 September bisa dikatakan menjadi salah satu hari yang buruk bagi mega bintang Barcelona, Lionel Messi. Bagaimana tidak? Ia yang menjadi tumpuan utama lini serang Barcelona harus ditarik keluar selang laga baru berjalan sembilan menit pada pertandingan kontra Las Palmas.

Tidak tanggung-tanggung, cedera yang dialami La Pulga lumayan serius. Messi harus berisitrahat kurang lebih dua bulan akibat cedera lutut yang ia terima pada laga kontra Las Palmas tersebut.

Absennya Messi dalam jangka waktu yang cukup panjang tentu membuat Barcelona resah. Maklum saja sang peraih Empat Ballon D’Or ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari lini serang Barcelona selama beberapa tahun ke belakang.

Absennya Messi langsung terasa pada laga kontra Sevilla satu pekan setelah laga melawan Las Palmas. Blaugrana harus menelan kekalahan kedua di musim ini saat mereka saat dikalahkan Sevilla dengan skor 2-1. Namun beruntung bagi Blaugrana, krisis tersebut tidak berjalan lama karena pemain muda mereka, Neymar sukses menggantikan peran Messi sebagai juru gedor Barcelona.

Kebangkitan Neymar dimulai pada saat laga kontra Rayo Vallecanopada 17 Oktober silam. Neymar sukses mencetak Quattrick pertamanya untuk Barcelona sekaligus membawa tim Catalan tersebut menang atas Vallecano. Mode On Fire Neymar masih terus berlanjut sampai hari ini. Terakhir kali, Striker Timnas Brazil tersebut menceploskan dua gol pada saat Barcelona mengalahkan BATE Borisov dengan skor 3-0 pada Kamis (5/11) dini hari tadi.

Melihat On Fire nya Neymar dalam beberapa pekan terakhir ini membuat sedikit slentingan muncul, bahwasanya hadirnya Lionel Messi di Barcelona menjadi faktor Neymar tidak bisa menunjukan kemampuan terbaiknya. Namun apakah benar pernyataan tersebut? Jika melihat catatan Statistik, maka jawabannya adalah Iya.

Bolanet mencoba membandingkan bagaimana performa Neymar saat bermain bersama dengan Messi dan tanpa Messi. Bolanet mencoba membandingkan empat pertandingan sebelumĀ  Messi cedera dan empat pertandingan setelah Messi cedera. Hasilnya menunjukan bahwa Neymar jauh lebih produktif bermain tanpa Lionel Messi.

Agresifitas Neymar sebagai penyerang terlihat meningkat dengan absennya Messi. Sebelum messi cedera, Neymar hanya bisa melepaskan 17 tembakan dalam empat pertandingan namun setelah Messi cedera Neymar sukses melakukan 20 kali tembakan dalam empat pertandingan.

Hal ini juga berbanding lurus dengan jumlah gol yang dicetak Neymar. Ketika bersama Messi, Neymar hanya mampu mencetak tiga gol dari empat pertandingan sedangkan ketika Messi Absen Neymar sukses membuat enam gol dari empat pertandingan.

Kreatifitas Neymar pun meningkat setelah Messi absen. Tercatat sebelum Messi absen, Neymar hanya mampu membuat 11 peluang dari empat pertandingan. Setelah Messi Absen Neymar menunjukan perkembangan yang signifikan dengan membuat 17 peluang dari empat pertandingan.

sumber bola.net