4 Pelatih Yang Dipecat dengan Semena-Mena

4 Pelatih Yang Dipecat dengan Semena-Mena

Menjadi seorang manajer sepakbola, memang ada tanggung jawab besar yang dibebankan. Ketika tim asuhannya menelan kekalahan, manajer akan menjadi sosok yang paling disalahkan oleh Publik, padahal, kesalahan sepenuhnya tidak selalu berasal dari taktik atau strategi sang pelatih. Bahkan, hal itu sampai membuat mereka kehilangan pekerjaan. Seperti empat pelatih berikut ini, yang dinilai telah dipecat secara semena-mena oleh klubnya.

4 Pelatih Yang Dipecat dengan Semena-Mena

1. Carlo Ancelotti

Pelatih asal Italia ini mungkin dikenal sebagai sosok yang sukses di dunia manajerial sepakbola, dimana sejauh ini dia telah memenangkan tiga trofi Liga Champions Eropa bersama dua klub berbeda. Namun, dengan statusnya itu, Ancelotti tetap saja pernah mendapat perlakuan yang semena-mena, ketika dirinya dipecat oleh Real Madrid dan Chelsea, hanya semusim usai memberikan trofi bergengsi kepada kedua klub tersebut.

2. Jupp Heynkess

Dia adalah mantan manajer Real Madrid dan Bayern Munchen, pelatih asal Swiss ini pernah memenangkan banyak gelar bersama kedua raksasa Eropa tersebut, termasuk diantaranya dua gelar Liga Chamipons Eropa. Bersama Bayern, dia raih treble winner di tahun 2013, tapi tepat setelahnya, sang manajer didepak dari kursi pelatih dan digantikan oleh Pep Guardiola.

3. Quique Sanches Flores

Adalah hal yang wajar ketika sebuah tim promosi hanya mengincar tempat untuk terhindar dari Degradasi lagi. Tapi itu justru merupakan masalah bagi Watford, yang dengan seenaknya memecat pelatih mereka Sanches Flores, padahal pelatih asal Spanyol telah membawa klub duduk di peringkat ke-11 klasemen sementara La Liga.

4. Vicente Del Bosque

Pelatih Legendaris asal Spanyol ini telah memenangkan trofi Piala Euro 2008 dan 2012, tak hanya itu, dia juga membawa Spanyol raih trofi Piala Dunia di tahun 2010. Kendati begitu, Del Bosque sempat diperlakukan semena-mena, usai memenangkan dua gelar Liga Champions dan Dua gelar La liga, Del Bosque didepak Madrid, dengan alasan karena sudah terlalu kuno.